Minggu, 25 November 2012

Memahami Konflik Pemotor dan Pemobil


Motorcycle Lane Splitting 2012 460x306 Memahami Konflik Pemotor dan Pemobil

Kasus kecelakaan akibat konflik antara pengendara sepeda motor dengan pengemudi kendaraan roda empat seakan telah menjadi keseharian di kota besar seperti Jakarta. Kurangnya kesadaraan terhadap keselamatan berkendaraan merupakan faktor utama pemicu kecelakaan tersebut.
Tak ada pemenang dalam kasus seperti itu. Semua pihak akan menerima kerugian. Pemotor dan pemobil seharusnya sadar diri. Mereka harus saling menghormati di jalan agar kecelakaan yang merugikan tak perlu terjadi.
Hal penting lain yang juga harus dimengerti oleh pemotor dan pemobil adalah memahami perbedaan karakteristik setiap kendaraan. Ingatlah, bahwa resiko kecelakaan sepeda motor 18 kali lebih besar dari pengemudi mobil.
Jason Eric Kipness, seorang pengacara spesialis kecelakaan kendaraan dari Dallas, Texas, AS, membuat sebuah memoar informatif yang rasanya perlu kita ingat bersama.
Berikut ini risalah memoar berjudul “Penyebab Umum Kecelakaan Sepeda Motor” yang dibuat Jason:
1. Kecelakaan Sepeda Motor dengan Mobil
Mayoritas kecelakaan sepeda motor terjadi karena pengemudi mobil tidak dapat melihat keberadaan sepeda motor, atau karena kurangnya perhatian pengemudi.
Pengemudi mobil harus berhati-hati dalam memeriksa semua cermin (spion), sudut tak terlihat (blind spots), dan mengamati lalu lintas jalan sekitarnya sebelum membuat perubahan, mengubah jalur, atau memasuki persimpangan.
Pengemudi mobil juga harus berhati-hati saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk, pada malam hari, atau dalam kondisi lalu lintas padat.
2. Kecelakaan Akibat Berhenti Mendadak
Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor yang berada di belakang bisa berbahaya dan mematikan. Pasalnya, sepeda motor tidak memiliki rangka atau bodi pelindung, seperti sebuah mobil.
Menghentikan mobil secara cepat dan tiba-tiba dapat menyebabkan pengemudi sepeda motor terkejut hingga membenturkan sepeda motornya. Tak jarang dalam kecepatan tinggi bisa mengakibatkan pengendara dan sepeda motornya terbang.
Mengatisipasi pengereman mendadak bisa dilakukan apabila pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor mengatur jarak aman.
3. Kecelakaan Karena Sepeda Motor
Sepeda motor di desain hanya menggunakan dua roda. Karena itu, kendaraan ini mudah terbalik, selip, atau meluncur tak terkendali.
Kecelakaan sepeda motor bisa mematikan pengendaranya apabila cuaca buruk, jalan berlubang, lalu lintas padat, dan kurang berpengalaman. Efek menghindari lubang jalan tak jarang berakhir pada kecelakaan karena tersambar mobil yang tengah melaju di lajur lain.
4. Kecelakaan Akibat Pintu Mobil
Pengendara sepeda motor harus berhati-hati ketika mengemudi di tempat parkir. Kebanyakan pengguna mobil tidak melihat kodisi belakang sebelum membuka pintu mobilnya.
Untuk menghindari kecelakaan, sepeda motor harus melaju pada kecepatan lambat di tempat parkir, sementara mereka yang ingin keluar dari mobil harus mengecek kondisi di sekeliling dan membuka pintu dengan cara yang lambat dan aman.
5. Pengemudi Mobil Agresif
Kecelakaan sepeda motor bisa terjadi karena kemarahan di jalan, atau akibat pengemudi mobil ingin mengintimidasi pengendara sepeda motor.

Sumber : dapurpacu.com

Jumat, 23 November 2012

Tips aman bermotor saat hujan+

Tips aman bermotor saat hujan



Musim hujan kali ini memang datang agak terlambat daripada prakiraan cuaca yang ada. Bagi Anda yang bermobilitas dengan motor ada kalanya perhatikan beberapa tips agar tetap aman dan nyaman berkendara.
Walaupun intensitas hujan yang ada di Indonesia belum merata, tidak jarang sekalinya hujan langsung mengakibatkan banjir dan longsor. Bagi Anda yang terpaksa berkendaraan roda dua misalkan bekerja atau sekedar keluar rumah, harus tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan.
Beberapa tips yang mungkin bisa Anda lakukan antara lain:
  • Periksa kelayakan motor Anda, mulai dari kondisi alur ban yang harus masih tebal, rem belakang maupun depan bekerja optimal, pastikan lampu depan dan belakang menyala, serta ketersediaan alat-alat bengkel (minimal kunci busi, obeng, tang)
  • Persiapkan piranti pelindung hujan seperti jas hujan, sepatu boot jika memungkinkan, helm dengan kaca pelindung, serta spare part (busi dan lampu)
  • Kemudian perhatikan laju kendaraan Anda, jangan terlalu cepat dan spontan dalam menarik gas agar tidak terjadi slip roda
  • Jika visibilitas tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan karena hujan yang terlalu lebat dan gelap, menepilah dan cari tempat berlindung yang aman. Jangan berteduh di pohon besar, papan reklame yang tinggi, cari tempat yang nyaman untuk Anda sambil beristirahat menunggu hujan reda.
  • Hormati pengguna jalan yang lain karena keadaan Anda yang mungkin juga sama-sama merasa lelah dan stres dengan cuaca yang tidak bersahabat.
Semoga sedikit tips yang ada bisa menjadi referensi keselamatan Anda dalam bermotor di kondisi cuaca hujan. Semoga selamat sampai tujuan dan tetap nikmati sensasi bermotor Anda.


Sumber : Merdeka.com